Pagar kayu dan pagar BRC adalah dua pilihan yang sering dibandingkan untuk pagar rumah tinggal. Secara sekilas pagar kayu terlihat lebih "alami" — tapi bagaimana perbandingannya dalam jangka panjang?
Perbandingan Langsung
| Aspek | Pagar BRC | Pagar Kayu |
|---|---|---|
| Harga awal/meter | Rp 95k–220k | Rp 80k–250k |
| Umur | 15–25 tahun (HD) | 3–8 tahun (tanpa treatment) |
| Perawatan | Hampir tidak ada | Cat/vernis tiap 1–2 tahun |
| Tahan rayap | Ya (logam) | Tidak (kayu biasa) |
| Tahan cuaca | Ya (galvanis) | Lapuk jika terpapar hujan |
| Tahan api | Ya | Tidak |
| Keamanan | Tinggi (sulit dibobol) | Rendah (mudah dirusak) |
| Biaya 10 tahun | Rp 95k–220k (tanpa ganti) | Rp 240k–750k (2x ganti + cat) |
Biaya Jangka Panjang
Pagar kayu yang murah di awal menjadi mahal dalam 10 tahun karena:
- Penggantian setiap 3–5 tahun (lapuk, rayap)
- Cat/vernis ulang setiap 1–2 tahun
- Perbaikan papan yang melengkung atau patah
Pagar BRC HD yang dipasang sekali bisa bertahan 15–25 tahun tanpa biaya perawatan signifikan.
Kapan Pagar Kayu Lebih Tepat?
- Rumah bergaya rustic atau tradisional
- Area indoor (partition dalam ruangan)
- Pagar sementara (kurang dari 2 tahun)
- Menggunakan kayu ulin/jati treated (tapi harga sangat mahal)
Kapan Pagar BRC Lebih Tepat?
- Semua kebutuhan outdoor jangka panjang
- Area yang sering terpapar hujan (sebagian besar Indonesia)
- Keamanan diutamakan
- Anggaran efisien jangka panjang
Baca juga: Pagar BRC vs Pagar Tembok →