Apakah Pagar BRC Tahan Gempa? Keunggulan di Daerah Rawan Gempa

Tim CV Dinamis Inti Perkasa Andalan·28 Juni 2026·4 menit baca

Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik — gempa bumi adalah risiko nyata di banyak kota. Pilihan material pagar mempengaruhi keselamatan saat gempa terjadi.

Mengapa BRC Lebih Aman saat Gempa?

Ringan — panel BRC T.120 hanya 8–12 kg. Pagar beton setara beratnya 40–80 kg. Saat roboh, BRC jauh lebih tidak berbahaya.

Fleksibel — panel kawat las bisa bergetar dan lentur mengikuti getaran tanah tanpa patah. Beton retak dan pecah.

Tidak pecah — beton yang jatuh pecah menjadi puing berbahaya. BRC yang roboh tetap utuh sebagai panel.

Mudah diperbaiki — setelah gempa, panel BRC yang miring bisa ditegakkan kembali. Pagar beton yang retak harus diganti total.

Rekomendasi untuk Daerah Rawan Gempa

KotaRisikoTipeCatatan
PadangSangat tinggiT.120–T.150 HDHD wajib (pesisir + gempa)
YogyakartaTinggiT.120 HDPasang klem (bukan las) agar lentur
MalangSedang-tinggiT.120–T.150 HDArea Gunung Semeru
ManadoTinggiT.120 HDPesisir + gempa

Tips Pemasangan di Zona Gempa

  • Gunakan klem baut (bukan las titik) — sambungan bisa bergerak sedikit saat gempa
  • Pondasi tiang lebih dalam (60 cm minimum) untuk stabilitas
  • Hindari panel T.240 di area padat penduduk — jika tiang patah, panel tinggi lebih berbahaya saat jatuh
  • Pertimbangkan pondasi terpisah (bukan menyatu dengan struktur bangunan) agar getaran tidak merambat

Baca juga: Pagar BRC vs Pagar Beton →

Konsultasi pagar untuk daerah gempa →

Bagikan artikel ini

Siap Memesan Pagar BRC?

Harga mulai Rp 138.000/panel · Pengiriman ke seluruh Indonesia · SPH resmi dalam 2 jam

Minta SPH Resmi

Artikel Terkait